Penerapan Aromaterapi Lavender terhadap Penurunan Nyeri pada Ibu Post Operasi Sectio Caesarea di Rs. Tk II Dustira: Case Report

Authors

  • Monna Maharani

Keywords:

Aromaterapi Lavender, Nyeri Akut, Postpartum, Post Sectio Caesarea

Abstract

Prevalensi persalinan sectio caesarea semakin meningkat yaitu sebesar 17,6%, dengan yang tertinggi di wilayah DKI Jakarta (31,3%) dan terendah di Papua (6,7%). Di Jawa Barat, prevalensi persalinan sectio caesarea mencapai 15,5%. Persalinan sectio caesarea menyebabkan rasa nyeri pada daerah pembedahan. Nyeri yang timbul setelah pembedahan sectio caesarea dapat menyebabkan reaksi fisik dan psikologis pada ibu yang baru melahirkan. Salah satu cara non-farmakologi untuk mengurangi rasa nyeri pasca persalinan sectio caesarea adalah pemberian aromaterapi lavender.

Tujuan dari karya ilmiah akhir ini adalah menerapkan Evidence Based Nursing (EBN) aromaterapi lavender terhadap pasien kelolaan post operasi sectio caesarea untuk menurunkan skala nyeri pada masalah keperawatan nyeri akut.

Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case report). Alat ukur yang digunakan yaitu Numeric Ratting Scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri yang dirasakan oleh pasien. Pemberian intervensi aromaterapi lavender sebanyak 1x sehari selama 3 hari menggunakan alat diffuser dengan 5 tetes minyak lavender dan 10-15 ml air, selama 30 menit. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi.

Hasil penerapan intervensi aromaterapi lavender selama 3 hari didapatkan bahwa pasien mengatakan merasa lebih rileks sehingga nyeri yang dirasakan berkurang dari skala 6 (nyeri sedang) pada hari pertama, kemudian menjadi skala 2 (nyeri ringan) pada hari ketiga. Aromaterapi lavender dinilai efektif dalam menurunkan skala nyeri pada pasien post operasi Caesar.

Published

2025-10-11

Issue

Section

Jurnal Wahana Keperawatan

Categories